“Rembug Perempuan Gunungkidul” Menembus Batas, dari Domestik ke Ranah Publik
Wednesday 10 February 2010 - 15:07:08,
Rilis,
administrator,
Idea Yogyakarta, LSM yang bergerak di ranah advokasi anggaran mengundang kawan-kawan Pers dan Media baik lokal maupun nasional dalam acara LOKAKARYA "Partisipasi Perempuan dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan)" yang diadakan pada :
Hari/tanggal : Kamis/11 Februari 2010
Tempat : Gedung Rapat Sayap Barat Bappeda Gunungkidul
Waktu : 09.00 – 14.00 WIB
Ide dasar Lokakarya ini dalam bahasa sederhananya adalah voicing the voiceless .Keberadaan Surat Edaran Bupati Gunungkidul tentang Tata Cara Pengintegrasian Perencanaan Pembangunan dengan Perencanaan PNPM-MP tahun 2010 mendorong menggeliatnya kelompok-kelompok perempuan untuk terlibat dalam proses penganggaran. Misal, proses musyawarah dusun diadakan di waktu ramah perempuan, semisal pada waktu siang hari. Contoh dari musyawarah desa ini adalah di desa Girikarto. Hal ini akan mendorong partisipasi perempuan di dalamnya. Perempuan bahkan dapat terlibat untuk menjadi delegasi dusun untuk menghadiri musrenbang desa. Adanya musrenbang perempuan dalam surat edaran ini mempertegas posisi perempuan untuk mengangkat masalah perempuan agar bisa didengar.
Pada lain sisi, dalam analisis IDEA sudah ada perkembangan anggaran untuk kelompok perempuan dalam RAPBD GK tahun 2010 bahwa anggaran untuk kelompok ini sudah mendapat bahasan tersendiri. Perempuan seringkali dijadikan kelompok kelas 2 dalam struktur sosial ekonomi masyarakat, kelompok perempuan kebanyakan bekerja di berbagai urusan di beberapa wilayah. Mulai urusan reproduksi (melahirkan, menyusui, dll) hingga wilayah produksi dan sosial. Tetapi sangat disayangkan wilayah produksi banyak didominasi oleh pekerjaan rumah tangga tidak terukur dengan uang sebagai penghasilan. Oleh karena itu anggaran untuk kelompok perempuan tersebar dalam beberapa program.
Di samping itu, dari tahun ke tahun sejah 2008 sampai 2010 anggaran pembangunan GK yang dialokasikan untuk perempuan dan anak-anak cenderung menurun secara signifikan, bahkan ada yang terhapus, padahal PAD disumbang sebagian besar oleh perempuan. (klik di sini)
Untuk itulah Lokakarya ini diadakan untuk mendorong agar perempuan dapat terlibat dalam proses-proses perencanaan penganggaran mulai dari dusun sampai ke kabupatan, dan untuk memetakan persoalan kebutuhan khuus perempuan dan kelompok marginal untuk disampaikan dalam musrenbang kecamatan dan forum SKPD.
Acara ini dijadwalkan berisi serangkaian kegiatan mulai dari pemaparan narasumber (BAPPEDA, BPPMKB, dan IDEA Yogyakarta). diskusi pemetaan-penyelesaian, RTL.
Adapun partisipan yang kami ikut sertakan:
- SKPD :
a. Dinas Pendidikan
b. Dinas Kesehatan
c. Bappeda
d. Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB
e. Dinas Pertanian
f. Dinad Sosial dan Tenaga Kerja
- Anggota DPRD
- Perwakilan kelompok perempuan di Kecamatan :
- Purwosari
- Saptosari
- Tepus
- Rongkop
- Girisubo
- Tanjungsari
- Semanu
- Gedangsari
- Ngawen
- Nglipar
- Ponjong
- Semin
- Karangmojo
- Playen
- Paliyan
- Wonosari
- Panggang
- Patuk
(Masing-masing kecamatan diwakili oleh 2 orang)
Demikian undangan kami ini, kami berhadap teman-teman PERS dan MEDIA dapat ikut serta agar point-point yang menjadi tujuan kami ini bisa selaras dengan idealisme dan perjuangan teman-teman pers, serta dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas yang menjadi pemerhati media. Atas perhatian anda diucapkan terima kasih.
Kontak Person: Nita (081328030039), Suci(081392054267), Adjie (081328703082)
Kantor: Jl. Kaliurang km5, gg Tejomoyo CT 3/3
Telp 0274583900
