Tuesday 14 October 2008
STRUKTUR ANGGARAN KEBENCANAAN : ISU BARU ADVOKASI ANGGARAN
Penyusun: Rinto Andriono
Direktur Institute for Development and Economic Analysis (IDEA)
Terestimasikan bahwa 83% wilayah Indonesia adalah daerah dengan risiko bencana yang tinggi. Indonesia terletak pada persimpangan empat lempeng tektonik sehingga beresiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Sejumlah 383 kabupaten dari 440 kabupaten di Indonesia adalah kawasan dengan resiko bencana yang cukup tinggi. Dan, buruknya, 98% dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia adalah penduduk yang belum memiliki kesadaran tentang pengurangan resiko bencana. Bencana yang sama memiliki dampak yang berbeda pada orang-orang yang berbeda. Pada umumnya, kaum yang lemahlah yang merasakan penderitaan paling berat dari bencana. Mereka adalah anak-anak, manula, perempuan, difabel, orang miskin dan mereka yang dimarginalkan oleh politik, agama dan atau budaya.
[ Read the rest ... ]
Monday 22 September 2008
Para Perempuan itu Menerobos Masuk Musrenbangkab
Oleh: Agus Setiawan
Raut muka Pak Camat terlihat sedikit memerah dan tersipu malu saat bertemu Mbak Ulil di Parasamya. Perempuan mungil asal Dusun Ploso Desa Wonolelo ini terlebih dahulu menyapa Pak Camat yang bernama lengkap Fatoni ini dengan bahasa santai, “Pak, sugeng kepanggihan malih. Pripun kabaripun?” Terlihat keterkejutan Pak Camat berkumis dan berwajah manis ini sembari berkata, “Kabar bagus. Sampeyan ikut musrenbangkab juga ternyata. Ya baguslah kalau begitu”. Peristiwa ini terjadi diruang Graha Parasamya Kabupaten Bantul lantai tiga saat akan dimulainya Musrenbangkab Bantul 2008 yang dilaksanakan tanggal 18-19 Maret 2008.
Raut muka Pak Camat terlihat sedikit memerah dan tersipu malu saat bertemu Mbak Ulil di Parasamya. Perempuan mungil asal Dusun Ploso Desa Wonolelo ini terlebih dahulu menyapa Pak Camat yang bernama lengkap Fatoni ini dengan bahasa santai, “Pak, sugeng kepanggihan malih. Pripun kabaripun?” Terlihat keterkejutan Pak Camat berkumis dan berwajah manis ini sembari berkata, “Kabar bagus. Sampeyan ikut musrenbangkab juga ternyata. Ya baguslah kalau begitu”. Peristiwa ini terjadi diruang Graha Parasamya Kabupaten Bantul lantai tiga saat akan dimulainya Musrenbangkab Bantul 2008 yang dilaksanakan tanggal 18-19 Maret 2008.
[ Read the rest ... ]
Wednesday 03 September 2008
Keuangan DPRD: Aturan Baru, Nafas lama
Oleh: Wasingatu Zakiyah
Terbatasnya cakupan aturan mengenai keuangan daerah menumbuhkan pesimisme terhadap korupsi dalam ranah anggaran daerah. Soalnya, sekalipun ranah keuangan daerah memiliki cakupan yang luas, aturan tentang itu ternyata memberikan perhatian yang sangat besar, untuk tidak mengatakan seluruhnya, pada persoalan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD).
Terbatasnya cakupan aturan mengenai keuangan daerah menumbuhkan pesimisme terhadap korupsi dalam ranah anggaran daerah. Soalnya, sekalipun ranah keuangan daerah memiliki cakupan yang luas, aturan tentang itu ternyata memberikan perhatian yang sangat besar, untuk tidak mengatakan seluruhnya, pada persoalan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD).
[ Read the rest ... ]
Pilkada, Korupsi dan Subgovernment
Oleh: Wahyu W. Basjir dan Omar Azfar*
Meskipun terlambat dibandingkan dengan pemilihan kepala-kepala desa, pemilihan kepala daerah secara langsung akan memberikan pengalaman yang berbeda. Setidaknya jika hal itu dilihat dari pergeseran fungsi rekrutmen pemimpin politik dari para anggota lembaga legislatif (legislature) ke preferensi dan keputusan publik (voters). Secara teoritik pemilihan langsung mengembalikan hak pilih dari lembaga legislatif ke publik. Karena tidak menggunakan sistem blok yang lazim dari adanya klaim atas individu oleh sebuah kolektifitas, keputusan pemberian suara kepada kontestan tertentu pada dasarnya independen.
[ Read the rest ... ]
Partisipasi dan Dinamika Rezim Tata Pemerintahan, Beberapa Catatan dari Lapangan
| Judul | : | Partisipasi dan Dinamika Rezim Tata Pemerintahan, Beberapa Catatan dari Lapangan |
| Pengarang | : | Wahyu W. Basjir |
| Terbit | : | 2005 |
| Penerbit | : | PKHWB Unand (akan terbit) |
| Tebal | : | - |
| Download | : | 120 (sejak 4-Mar-2005) |
Muncul pertama kali dalam diskursus pembangunan di akhir 60-an, partisipasi telah diyakini sebagai jawaban yang tepat terhadap kegagalan pembangunan yang bersifat top-down. Meskipun tidak pernah menjadi panacea bagi semua kegagalan pembangunan, partisipasi telah menjadi common platform bagi proses pembuatan dan implementasi kebijakan pembangunan.
[ Read the rest ... ]
Baru
Keindahan yang Menipu: Partisipasi dalam Penganggaran Daerah di Indonesia administrator @ (03 Sep : 10:12) (Buku) |

