Menjaring Uang Rakyat: Ragam Advokasi Anggaran di Indonesia
Seperti apakah perjalanan dan liku-liku dalam mendorong demokratisasi pengelolaan keuangan di Indonesia? Buku ini adalah sedikit jawaban atas pertanyaan tersebut. Bukan berisi jawaban teoritis, tetapi berisi pengalaman para pegiat anggaran dari banyak daerah di Indonesia. Merupakan dokumentasi dari proses refleksi advokasi anggaran yang melibatkan 72 lembaga yang bekerja untuk isu anggaran di Indonesia. Buku ini juga dilegkapi dengan tulisan 10 pegiat anggaran di Indonesia. Di bagian akhir, buku ini melengkapi anda dengan direktori organisasi yang bekerja untuk anggaran.
Partisipasi Masyarakat Dalam Anggaran Tak Bisa Ditunda
| Judul | : | Partisipasi Masyarakat Dalam Anggaran Tak Bisa Ditunda | ![]() |
| Pengarang | : | Sri Hidayati dan Wasingatu Zakiyah | |
| Terbit | : | - | |
| Penerbit | : | Kemitraan dan IDEA | |
| Tebal | : | 12 Halaman | |
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . |
Dalam rantai penganggaran, masyarakat mestinya berada pada posisi paling awal dan paling menentukan. Karena pada akhirnya besaran anggaran, jumlah serta tujuan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada masyarakat. Ketika peran masyarakat lemah, bukan tidak mungkin terjadi ketimpangan-ketimpangan anggaran dikarenakan pembacaan yang salah terhadap masalah dan realitas sosial masyarakat, serta tidak ada keterlibatan masyarakat dalam proses penganggaran.
Penganggaran partisipatis dapat membantu kita memecahkan masalah konkrit yang dihadapi masyarakat,mendapatkan informasi tentang anggaran, memudahkan pemantauan alokasi dan pelaksanaan anggaran, serta yang paling penting adalah mencegah adanya korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pemanfaatan anggaran.
Buku ini berisi panduan ringkas tentang penganggaran partisipatif.
INFORMASI ANGGARAN DAERAH BUKAN RAHASIA NEGARA
| Judul | : | INFORMASI ANGGARAN DAERAH BUKAN RAHASIA NEGARA | ![]() |
| Pengarang | : | Wasingatu Zakiyah dan Yusnita Ike Chrisanty | |
| Terbit | : | - | |
| Penerbit | : | Kemitraan dan IDEA | |
| Tebal | : | 12 Halaman | |
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . |
Mendapatkan informasi publik dengan benar adalah hak setiap warga negara. Salah satunya adalah informasi tentang anggaran daerah. Pemerintah berkewajiban menyampaikan informasi itu kepada masyarakat sebagai warga negara tanpa kecuali.
Salah satu informasi publik yang harus disebarluaskan adalah informasi tentang anggaran daerah. Mengapa? Karena anggaran daerah bukanlah dana atau uang yang turun dari langit tetapi dibayar oleh rakyat melalui pajak dan retribusi.
Dalam buku ini akan diuraikan mengenai dasar-dasar hukum hak rakyat untuk memperoleh informasi tentang anggaran secara transparan dari pemerintah. Buku ini sekaligus membantah mitos yang mengatakan bahwa informasi anggaran daerah adalah rahasia negara. Didesain dalam bentuk buku saku lengkap dengan ilustrasi menarik.
Perempuan dan Anggaran Daerah
| Judul | : | Perempuan dan Anggaran Daerah | ![]() |
| Pengarang | : | Tim IDEA | |
| Terbit | : | - | |
| Penerbit | : | IDEA Press | |
| Tebal | : | 8 Halaman | |
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . |
Ketimpangan gender adalah kondisi ketidakadilan yang lahir dari pembedaan sosial antara laki-laki dan perempuan. Pada umumnya dari perempuan menjadi korban dari ketimpangan gender. Di indonesia ketimpangan terlihat dari tingginyan angka buta huruf perempuan jika dibandingan dengan laki-laki. Rata-rata waktu sekolah permepuan lebih pendek. Paling tidak 20.000 permepuan melahirkan meninggal setiap tahunnya. Sedangkan pendapatan yang disumbangkan perempuan hanya mencapai 38% sedang laki-klaki menyumbang 62 %.
Buku tipis berdesain a la komik, bergambar full color ini adalah bacaan ringkas, padat tentang pemahaman terhadap anggaran peka gender sebagai jawaban terhadap kondisi di atas. Anggaran peka gender atau anggaran untuk perempuan adalah anggaran yang ditujukan untuk mengurangi diskriminasi terhadap perempuan.
Korupsi Itu Gampang (Bacaan Untuk Perempuan)
| Judul | : | Korupsi Itu Gampang (Bacaan Untuk Perempuan) | |
| Pengarang | : | Dati Fatimah | |
| Terbit | : | Oktober 2005 | |
| Penerbit | : | IDEA Press | |
| Tebal | : | 55 Halaman | |
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . | |||
| . |
Meski penyakit korupsi telah puluhan tahun menggerogoti kehidupan bangsa Indonesia, pembicaraan tentang korupsi lebih banyak berputar di kalangan tertentu di masyarakat kita. Mereka biasanya adalah kaum terdidik, aktivis atau akademisi dan sebagian birokrat serta politisi. Dari situ muncul satu pertanyaan sederhana namun jelas tidak mudah dijawab. Adakah kaitannya antara pembicaraan yang berputar secara terbatas itu dengan lambannya penyelesaian masalah korupsi di Indonesia?
Jawaban untuk pertanyaan itu bisa panjang dan penuh perdehatan. Gagasan yang berkembang dalam perdebatan itu mungkin akan menghasilkan gambaran tentang pengkutuban tentang strategi dan pendekatan dalam penanganan masalah korupsi.
Buku ini diharapkan menjadi sumbangan kepada persemaian gerakan sosial anti korupsi di Indpnesia. Dan, kalaupun harus disebutkan, buku ini juga turut membangu dalam pembentukan body of knowledge tentang korupsi. Dengan demikian, strategi dan tindakan dalam pemberantasan koruosi bukanlah alasan dari penyusunan buku ini.





